Pena Alam Maya

Kalam mutiara dari Syeikh Ibnu Atho'illah As-Sakandari yang ada dinukilkan di dalam kitabnya Al-Hikam : "...Tiada suatu nafas terlepas daripadamu, melainkan di situ pula ada takdir Allah yang berlaku di atasmu..."

Satu Kisah Perjuangan Yang Menarik...

Friday, June 25, 2010

 The Legend Of Wong Fei Hung


Selama ini, kita hanya mengenal kisah Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung Fu dalam filem Once Upon A Time In China. Dalam filem itu, karakter kisah Wong Fei Hung dimainkan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun, siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang ulama, ahli perubatan, dan ahli beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah China. Wong Fei Hung di lahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama arab, Fais. Sementara nama Hung juga merupakan dialek Canton untuk menyebut nama arab, Hussein. Jadi, bila dibahasa arab kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong. Ayahnya Wong Kay Ying adalah seorang ulama, dan tabib ahli ilmu perubatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (Wu Shu/Kung Fu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengubatan bernama Po Chi Lam di Canton, ibukota Guandong. Wong Kay Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu Wu Shu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu bela diri Wong Kay Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini dikemudian hari diwariskan kepada Wong Fei Hung.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta rawatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya perubatan. Walau begitu, keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa mempedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih. Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif gerakan bawah  tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’ing yang korup dan penindas. Dinasti Ch’ing merupakan dinasti yang merubuhkan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan dikenal sebagai satu-satunya dinasti kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak memeluk agama Islam.Wong Fei Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah Choi inilah yang mengajarkannya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris.

Setelah berguru pada Luk Ah Choi, Wong Fei Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan ahli bela diri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkan menjadi lebih maju. Kemampuan bela dirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien, yang dinamakan jurus Cakaran Macan dan jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil 'mengajar' lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya kerana ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei Hung tiga kali menikah kerana isteri-isterinya meninggal dalam usia pendek. Setelah isteri ke-3 nya wafat, Wong Fei Hung memutuskan untuk hidup sendirian sampai ia kemudian bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang juga ahli bela diri. Mok Gwai Lan kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada tahun 1924 Wong Fei Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustadh’afiin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapa pun orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang ia miliki. Wong Fei Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati syahid. Semoga semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Ameen.

By : UQy Al-Kaline
Aliyah Generations

Diambil dari blog,
ABi

Bersihkah Aku????

Wednesday, June 16, 2010

Aku melihat diri zahirku..aku merenung hatiku…adakah sama???
Sesungguhnya tidak..sama sekali tidak…bahkan ia amat berbeza..amat jauh berbeza
Ya Allah..betapa sombongnya aku terhadap Mu..biarpun zahirku Engkau ciptakan begitu indah
Namun hati ku tidak seindah zahirku..sedangkan hati ku ini lah yang menjadi nilaian Mu,bukannya zahir ku..
Ya Allah..sungguh jahat diriku ini..adakah layak diriku bergelar hambaMu..sedangkan nilaian Mu langsung tidak ku endah

Aku lebih suka membersihkan segala kekotoran di zahirku,agar aku mendapat pandangan dunia..
Aku membersihkan diriku dari sifat lemah,agar manusia memandang ku hebat..sehebat seorang mujahid,sedangkan manusia itu sememangnya bersifat lemah
Aku membersihkan diriku dari sifat jahil agar manusia memandangkan sebagai seorang yang bijak,bijak laksana seorang alim,sedangkan segala ilmu datangnya dari Mu
Aku membersihkan diriku dari dipandang hodoh,sedangkan bila-bila waktu Engkau boleh merampas segalanya

Banyak..sungguh banyak..aku membersikan diriku dari segala sifat lemah agar manusia memujaku,memuji ku…walaupun pandangan manusia itu belum tentu akan ku genggami
Bagaimana hati ku..bagaimana jiwa ku,bagai mana nurani ku…
Adakah aku hanya perlu membiarkan ia terus dikotori..terus dinodai??
Ya Allah…aku mengapa aku sibuk membersihkan zahir ku ,padahal aku tidak membersihkan akhlakku dari sifat mazmumah.
.aku tidak membersihkan ibadat ku dari mensyirikkanMu
,aku tidak membersihkan diriku dari kotoran penyakit hati,
aku tidak membersihkan jiwaku dari sifat takabbur,tidak mensyukuri nikmatMu.
dan mengapa aku tidak membersihkan diriku dari terus dibelenggu dosa..dosa yang sentiasa mengalir memenuhi ruang kamar hati ku.

Kerana jiwaku tidak mencintaiMu sepenuh hati,biarpun bibir menafikannya,aku lebih mencintai dunia dari mencintai akhiratMu,aku lebih mencintai manusia,aku sering memikirkan tentang dunia dan manusia dari mengingatiMu.
Aku menjadikan nafsu sebagai Tuhanku dan aku menjadikan dunia sebagai syurgaku
“Mungkin” manusia memandangku..namun tidak sama sekali Engkau akan memandangku..bagaimanakan keadaan ku bila akan akan mengadapMu nanti…sudah tentu Engkau langsung tidak akan megendahkan rayuan ku kerana sewaktu aku diberi masa dunia aku langsung tidak mengendahkan Mu..
Aku sentiasa membersihkan zahirku…dan aku membiarkan batinku terus dikotori..sampai bila kah???
Biarpun aku merasakan bahawa diri ku ini bersih,tetapi pada hakikatnya diriku sangatlah kotor~~~

Wahai manusia..sedarlah bahawa kamu milik Allah..mengapa kamu begitu tegar menentang Allah setiap hari..mengapa kamu begitu rela membiarkan dirimu melanggar perintah Allah dan tidak mengikut suruhaNya..beginikah yang kamu katakan bahawa kamu adalah hamba Allah sedangkan setiap detik kamu menetangnya dengan maksiat yang kamu lakukan..ingatlah Kubur setiap hari memanggilmu,malaikat izrail setiap masa menziarahimu,kamu pasti..kamu pasti akan menjadi sebahagian dari tanah..dan ketika itu,zahir yang sentiasa kamu yang bersihkan akan terus dimamah ulat,ular yang begitu bisa..ini bukan mainan..tetapi ini adalah kepastian..
Janganlah…janganlah lagi terus menerus menentang suruhan Allah walaupun sekecil pasir di gurun yang luas.kerana dosa balasanya api….bersihkan batinmu...untuk di persembahkan pada hari yang mana tiada pembelaan untuk manusia kecuali ketaatannya

“Pada hari tiada lagi manfaat harta dan anak-anak,kecuali mereka yang datang dengan hati yang sejahtera(bersih)”
Bersihkah Aku???? 


Posted by, 
[ Angah ]

Kolaj Malaysia, Kolaj Dunia Dan Cawannya

Monday, June 14, 2010

Salam Imtihan buat sahabat-sahabat…..
Semoga sama-sama dikurniakan kejayaan di dunia dan akhirat…

Kolaj

Kolaj adalah antara salah satu bentuk seni yang saya pernah pelajari sewaktu di bangku sekolah rendah lagi. Ada juga ketika di sekolah menengah. Salah satu ranting kepada pokok subjek Pendidikan Seni. Definasinya saya tidak dapat berikan secara tepat.

Cebisan-cebisan kertas ditampal untuk membentuk gabungan dan corak-corak yang dinginkan. Warna-warni pada kertas yang ditampal diatas kertas yang lain menjadikan sesuatu yang dihasilkan melalui teknik kolaj ini nampak lebih baru dan menarik.

BEAST to BEAUTY

Masihkah anda semua ingat! Apa yang sering kita bualkan tidak kira ketika bersua muka ataupun di alam maya? Apa yang mengalihkan semua itu dari perbualan kita?

Suatu masa dulu, banyak perkara hangat yang diperkatakan, diperbualkan, diperdebatkan dan diperbahaskan. Masing-masing lantang bersuara.

Kertas asas yang ditampal keatasnya cebisan-cebisan kertas berwarna lain saya ertikan dengan masalah dan isu yang pernah timbul serta keburukan yang ada pada negara kita, Malaysia dan juga seluruh dunia.

Malaysia
- Kes syariah : Lina Joy, Kartika Dewi Shukarno, pengunaan kalimah ALLAH
- Kes juvana : adik Aminurashid, Altantuya (salah guna kuasa)
- Kehilangan enjin pesawat (keselamatan negara)
- Politik kotor dan rasuah
- Lesen judi bola sepak
- APCO & Asiasoft

Dunia
- Penghinaan keatas Islam dan Nabi Muhammad
- Pembunuhan pejuang dan penduduk Islam
- Pencerobohan di Afghanistan
- Kekejaman Israel di Gaza
- Isu Masjid Al-Aqsa

Itu hanyalah sedikit yang pernah kita ketahui, itu pun kerana dijadikan tajuk-tajuk utama media. Ingat lagi atau tidak? Masih banyak yang tidak ditimbulkan dan yang tidak pernah kita ketahui. Jadi apakah yang boleh kita samakan cebisan-cebisan kertas berwarna-warni yang digunakan untuk menutup semua kehodohan itu? Sangat mudah. Setiap perkara baru yang timbul itulah yang akan menampal yang sebelumnya.

Pernah suatu masa kerisauan dan kegeraman umat Islam berkiblatkan Afghanistan dan Palestin, kemudian secara drastiknya ia berpaling kepada kegelisahan terhadap penyakit H1N1 ataupun 'selsema babi' yang juga pernah digembar-gemburkan sebagai senjata biologi. Dua perkara yang kelihatan seperti langit dan bumi tetapi sebenarnya bagai hujan yang menyambungkan keduanya.

Teka-teki pantas buat anda yang membaca. Apakah yang menjadi cebisan terbesar dalam kolaj dunia dan Malaysia sekarang? Jawapannya ialah cawan dunia.

World Cup telah menutup kesemuanya dari pandangan kita. Mungkin masih ada yang berjuang melawan BEAST, tetapi berapa ramai yang telah tertawan kepada BEAUTY…Tidak terlintas langsung melarang sahabat-sahabat daripada menyaksikan corak permainan pasukan kegemaran masing-masing, tapi ingatlah, perjuangan kita belum tamat.

Coretan ini merupakan pandangan yang mungkin ada benar dan silapnya. Juga sebagai teguran dan peringatan buat diri dan sahabat-sahabat yang lupa akan mereka, saudara-saudara Islam kita.


Mahalnya Pelajar Mesir...

Friday, June 4, 2010


Sebaik sahaja tiba di kawasan Hussin, kedengaran suara yang berpunca dari pembesar suara Masjid Al-Azhar. Selesai solat Asar di Masjid Al-Azhar, mata meliar mencari pelajar Malaysia. Kaki melangkah semula dalam kawasan untuk mencari punca sebenar suara yang kedengaran di sekitar kawasan Hussin.

Sebaik sahaja melangkah masuk ke dewan solat utama yang menempatkan mimbar, kelihatan seseorang yang tidak asing sedang berucap sambil duduk diatas kerusi. Syeikh Asyraf Hamid Hasanain sedang memberi tazkirah. Duduk sebentar untuk melihat wajah dan mendengar ucapan dari Imam 2 Masjid Al-Azhar itu meskipun tidak faham apa yang disampaikan. Selesai sahaja ucapan, orang ramai yang mendengar tazkirahnya pantas bangun dan menuju ke arah beliau untuk bersalaman. Tidak mahu terlepas untuk mengambil keberkatan, dengan pantas menghampiri Syeikh Asyraf untuk bersalaman dan mengucup tangan Ahli Bait Rasulullah SAW itu.

Langkah diteruskan, menumpukan kepada tujuan asal. Mata menangkap gerak geri pelajar Malaysia yang sedang berjalan pantas ke suatu tempat. Akhirnya ditemukan dengan satu ruangan dalam masjid yang seakan-akan bilik. Dari luar kelihatan susuk tubuh seorang yang tua duduk diatas kerusi. Melangkah masuk dan duduk. Melihat beberapa ciri pada lelaki tersebut dan menjeling pada kitab yang dipegang oleh beberapa orang disitu. Akhirnya sampai jua.

Kelas pengajian Syeikh Toha Hibisyi Ad-Dusuqi. Beliau mensyarahkan kitab Jauharah Tauhid yang matannya ditulis oleh Imam Al-Laqoni dalam masa satu malam. Subhanallah! Terdapat satu lagi perkara yang mengagumkan dalam kelas pengajian ini. Sebelum ini hanya mendengar cerita, tetapi kini diperlihatkan-Nya. Prof. Dr. Toha, bekas Ketua Jabatan Akidah dan Falsafah, Kuliah Usuludin, Universiti Al-Azhar. Meskipun tidak dapat melihat dengan jelas secara zahir akibat penyakit katarak, namun beliau mampu mensyarahkan kitab Jauharah Tauhid itu dengan mantap serta mengikut turutan kitab. Maha Suci Allah.

Di akhir kelas, biarpun tidak memahami tetapi masih berpuas hati. Alhamdulillah kerana dikurniakan tiga orang sahabat, pelajar tahun dua kuliah Usuludin untuk menerangkan apa yang dipelajari. Lahir dalam keturunan mulia berketurunan Saidina Hassan RA, tiada yang ingin melepaskan peluang bersalaman dengan beliau. Rindu itu akan datang semula dan rindu itu akan membawa diri ini kembali lagi.

*****   *****   *****
Talak

“Perkara halal yang paling dimurkai oleh Allah Taala ialah talak”
[HR Abu Daud]

Talak dari segi bahasa ialah melepas atau terlepas
Talak dari segi syarak ialah merungkai ikatan perkahwinan dengan lafaz talak & sebagainya

Talak sah dilakukan secara talak tanjiz (dilaksanakan terus). Ia juga sah dilakukan secara talak ta’lik (tergantung). Maksud talak ta’lik (talak tergantung) ialah suami mengaitkan talak dengan sesuatu sifat atau syarat, sama ada mempunyai hubungan dengan isterinya atau orang lain.

Contoh talak ta’lik yang dikaitkan dengan sifat ialah suami berkata : “Aku ceraikan kamu ketika kedatangan ayah kamu” atau “Aku ceraikan kamu di bulan Ramadhan”. Oleh itu isteri akan jatuh talaknya apabila ayahnya datang atau apabila masuknya bulan Ramadhan.

Contoh talak ta’lik yang dikaitkan dengan syarat ialah suami berkata : “Aku ceraikan kamu jika kamu keluar dari rumah ini” atau “Aku ceraikan kamu jika saudaramu masuk ke rumah ini”. Talak akan jatuh jika isteri keluar dari rumah itu atau apabila saudaranya masuk ke dalam rumah itu.

Kesan Talak Ta’lik

Kesan-kesan yang timbul daripada talak ta’lik ialah :

… Talak tidak akan berlaku selagi perkara yang dikaitkan dengan talak itu masih belum berlaku
… Kehidupan suami isteri akan berterusan secara sempurna daripada segi hukum-hakam & kewajipannya selagi syarat yang disebutkan dalam talak ta’lik belum berlaku, walaupun ia pasti berlaku seperti suami berkata : “Apabila datangnya bulan Ramadhan aku ceraikan kamu”
…Talak akan jatuh sebaik sahaja syarat yang disebutkan dalam talak ta’lik berlaku. Suami tidak perlu melafazkan talak yang baru

Sebagai tambahan berkenaan masalah dan persoalan mengenai talak, sila berkunjung ke blog Ustaz Nazrul Nasir.

Wallahua’lam…



Rujukan : Fiqh Manhaji (Kitab Feqah Imam Syafie) Jilid 4 Bab 14


Ustaz Basith : "Mahal pelajar-pelajar Mesir ni dengan kat Malaysia sebab kat sini ada ulama'-ulama'..."
Alhamdulillah – Satu hajat tercapai